akhirnya, aku berjaya mengharung tujuh hari tujuh malam di melaka. demi hidup aku yang tersisa, pulang ke sana bukanlah sesuatu yang aku sukakan. malah, aku benci. percayalah - meluapluap kebencian aku ni. tapi, kesumat begini takkan pernah boleh difahamkan. aku sukar menyuluh sebab musababnya, maka, jalan pintasnya adalah ber-olok-olok suka. suka untuk pulang walau jiwa meronta mahu dilepaskan pergi.
pernah kau tonton adegan layar seorang gadis dirogol jantan keparat?
begitu lah soul aku - terseksa.
sehabis kudrat aku ingin lari - biar terhapus jejak jasad ini, terhilang saja tak perlu dikenangkenang lagi.
benteng pertahanan aku makin hari, makin meng-haus nipis, kau tahu? panahan-panahan selumbar sudah mula mencelah dan menerobos segenap inci dinding-dinding jantung. harfiahnya, aku betul-betul sakit.
tahan sikit, In.
itu lah mantera aku.
tapi.
my blue skies could fade to grey.
daya aku ketandusan.
lalu aku memilih sekali lagi jalan pintas - sakitkanlah apa jua yang ada asalkan angina meluput.
-
"you look super thin...stop your diet"
"which photo?"
"your latest photo. you hardly have width"
"macam mana nak makan"
"i don't know if you find it attractive, but i don't...and it's up to you to take my advice. take care of yourself - alwaysss"
"i wonder how people eat"
"come on lah...makan je kott. you don't need to count your calories intake. it's already absurd at this point. it's killing you"
"you ni iqbaaaaaal. selalu buat aku nak nangis"
"well, i'm just telling you this...because i bother to care. please take a good care of yourself"
-
i won't make any suicidal scene.
enough with the thoughts of it keep replaying in my head.
