dialog anak kecil #15


+ weh

- ye?

+ when you meet your doctor, is it because of gastritis?
+ or is it peptic ulcer?

- ada difference ke...
- gastric je lah
- abdominal was in pain a bit.
- general symptom je kan?

+ you are having it for years kan?

- haah...
- since kat (mrsm) tgb lagi.

+ why it's not healing?
+ did you get antibiotic?

- tak.
- last month, my GP prescribed me omeprazole, but i didn't take it sebab it's in capsule form.
- and, aku tak pergi appointment up until now.
- is there something wrong?

+ nothing. i am learning 'bout it now.

- gastric can be cured--?
- what is peptic ulcer?

+ don't know. i don't know your aetiology.

- what's aetiology?

+ hey, not eating omeprazole is not gonna help.
+ aetiology : punca.

- omeprazole dalam bentuk kapsul. aku tak tahu kapsul tu dari plants or animal stuff.

+ they don't have tablets?

- nope.

+ just eat...darurat kan.
+ but kindly ask your doctor for the aetiology, please.

- i can handle my pain.

+ your brain can handle it...not your stomach.

- why it's so important asking about aetiology?

+ that's the door into every disease. the mighty word called AETIOLOGY.

- so...kalau tanya dia, meaning i can ensure whether this is gastric or peptic ulcer?

+ "gastritis"
+ that should be the second question.

- patient jarang tanya soalan.
- GP yang tanya patient, ada lah.

+ you have the right to know kan.

- yeah...
- nanti lah, once i have masa, i'll make an appointment, asking her to prescribe other meds and those questions.

***

- one of sicknesses treated by omeprazole is peptic ulcer?
- dyspepsia and gerd?
- tell me here doc, aku ada one of these ke?

+ and one more possibility : gastritis.
+ omeprazole means you have excess HCL production, which can be caused by many things.
+ basically you have imbalance between protective  gangs and aggresive gangs in your stomach.

- i'm not an alcoholic, no vomit except nausea and i stop taking pills.
- what protective aggresive gangs by the way?
- ok, tipu. aku amek metoclopramide. it's for the nausea.

+ i know.
+ i think you might have gerd.
+ you take gaviscon? antacids?

- stop taking them. lagipun, bukannya effective. lagi-lagi antacid tu. takde effect.

+ ...
+ temporary effect la

- ya ya ya
- gerd? hahahaha

+ nape gelak?

- come on.
- oesophagus aku ok. gerd tu waaaaayyyyy from the possibility.

+ how d'you know it's ok?
+ ever having chest pain?

- not on the chest but below sikit.
- you know, the upper of abdomen? kalau palpate, definitely sakit kat kiri and tengah.

+ near heart?

- heart belah...kiri eh?



sang gembala di wilayah biri-biri : bandar damai


bukan macam auckland cbd yang sibuk and sesak-barat dengan manusia universitas atau golongan mencarik rezeki, wellington jauh lagi damai, lagi aman, lagi mesra alam.
dan, kalau nak buat perbandingan secara kasar, wellington lagi sesuai untuk berbulan madu. eh.

ok.
aku pergi wellington tak lama pun. bertolak pada hari jumaat, pukul 8.45 malam. balik ke auckland cbd pada hari isnin, pukul 12.10 malam. yeah, this time punya easter holiday hanyalah over the weekend, tuan-tuan dan puan-puan. bila pulang ke gagang, realiti itu sungguh perit sebab ada tanggungjawab yang menunggu. assignments, tests - ya ya ya, i get it. itu semua lumrah hidup seorang student. kau tak perlu nak ingatkan aku. aku dah paham sangat perihal amanah. lagi-lagi dengan status aku yang seratus-peratus bergantung pada duit kerajaan. i completely understand my responsibility.
ah, ke mana sudah kita?

about means of transportation, kau boleh guna jalan udara atau darat. untuk aku, aku naik bas pada hari jumaat itu. dan untuk memberi gambaran yang jelas, perjalanan ke sana adalah seperti dari melaka ke kelantan. 
jauh?
sangat.
tapi sebab aku naik bas pada waktu malam, takde lah terasa yang amat. tahu-tahu je dah sampai hahaha
actually, ramai yang suggest naik kapal terbang because it only takes you about one hour and ten minutes. so, bila sampai sana, takde lah kau penat dan mood kau terjejas. nak berjalan pun muka tersenyum habis.

nah,
ni ada sedikit tatapan.




















tak banyak tempat aku pergi. pusing-pusing pun, cuma dalam kawasan bandar. as a matter of fact, wellington sungguh sejuk untuk seorang aucklander seperti aku (hah, dan-dan terus mengaku aucklander weeyhhh). maka, kalau kau bukan jenis yang tahan sejuk, janganlah berlagak nak pakai nipis-nipis. tak salah bawak baju tebal-tebal, dan alasan nak ringankan luggage bukanlah alasan yang terbaik ye.

one place you guys should go to is the sushi b restaurant, approximately at lambton quay/woodward street. and i tell you what, sila beli selepas pukul empat petang sebab pada jam itu, sushi b offers half price for all items.
i assure you, sushi dia gila sedaaaappppppp
just imagine eh, gua makan sampai tepuk dahi dan geleng kepala, lu tau !
punya la sedap yang amat hahahaha

so, wellington has already crossed in the list.
lepas ni, kalau masih diizinkan nafas oleh Tuhan, 
south island - here i commmmeeeee !



hakikatnya, bukan



"look" aku angkat salah satu pasu kecil bertanamkan pokok renek dari tingkap unjur yang berhabuk halus dan tunjukkan pada dia. 

dia senyum. senyum seperti keterpaksaan demi aku. atau mungkin, itu memang dia. sentiasa senyum. 

"looks good" 
"siram pakai air yassin" aku jawab ringkas. 
"do they kinda tell me something?" 
"telling you what?" aku letak balik. 
"the plants getting much better. in-" 
"in ok" 

aku terus beredar dari tingkap unjur yang berhabuk halus. kaki ni cepat-cepat mengorak ke rak buku. dan, masih kabur mahu pilih buku yang mana satu, tangan kiri hanya berlari-lari pada setiap yang tersusun. heh. bukannya aku nak baca sangat at the moment. cuma-- 
cuma mahukan sebuah escapism. 

kamus oxford. 

boleh lah. 

"how's welly?" dia soal.
"sejuk" terselak mukasurat 500. 


euthanasia (noun) - 
the practice (illegal in most countries) of killing without pain a person who is suffering from a disease that cannot be- 


"having fun over there?" 
"i like auckland more" 


cured. 
synonym to mercy kill- 


"because auckland got me?" 

bacaan senyap aku terhenti lagi. kali ni, aku tatap dia. tatap dengan affection yang infinite. 
serta-merta bibir aku merekah. 
aku tak menjawab. tapi aku tahu yang dia tahu jawapan aku. 
sejak aku benarkan dia ke sini, aku bukanlah seorang lagi. tidak lagi satu seperti dulu. memang betul, people come and people go. yet, dia adalah yang terkecuali. dia lain. dia takkan tinggalkan aku. dia bukan macam-- 

aku geleng kepala. tak mungkin. buktinya jelas. bila saja aku mahukan dia, dia terwujud. di sini, dalam ruang empat dinding ini - dia ada. untuk aku. 

"you know what in, whenever you say you're ok, you're actually defending yourself? like, you're building a wall so that people won't know-" 
"it's not defending. it's-" 
"let me finish first. this is one thing about you. you defend and you deny. you and your mechanism to living. why?" 
"haven't you heard this saying - fake it till you make it?" 
"are you faking now?" 
"is it so wrong?" 
"honesty is the best policy" 
"not in our situation here" 
"it's applicable anyway" 
"it's not" 
"IT IS" 
"WHAT IS WRONG OF FAKING MY OWN FEELING?" serentak kamus dihempas. 

"WHAT? WHAT IS SO WRONG ABOUT THAT? DO YOU WANT ME TO PUT THE SAD SMILE AND TEARS ON THIS FACE AND GO OUT THERE MEETING THOSE BUNCH OF CREATURES? YOU WANT THOSE PEOPLE TO LOOK ME AS THE WEAK ONE? DO YOU?"
"no...i'm just-" 
"I KNOW I CAN BE DAMN FRAGILE. BUT I WANT YOU TO KNOW TOO, I CAN FIND MY OWN STRENGTH WITH MY VERY OWN WAY. I DON'T NEED YOU TO PROVOKE ME. BECAUSE THAT ONLY MAKES ME SICK. SICK ! TAK CUKUP KE BUAT IN SEKSA MASA DULU? TAK CUKUP LAGI KE HAH? I'VE HAD ENOUGH OK. SO STOP WITH ALL YOUR NONSENSE PROVOKING" 
"i just--i'm not provok-" 
"YES. YOU. ARE." 

"in..." 

aku tepis tangan dia. 

"go" aku panahkan arah pintu bilik. 

"why, why is it so hard to admit your own feeling, in?" 

aku seka air mata. 
bodoh. 
kenapa mesti dia ada kat sini lagi. 
 kenapa dia tak berambus. 

"you're asking me why?" dengan sendu berbaki, aku pandang dan tanyakan dia kembali. 

belakang tangan kanan menyapu air pada pipi. 
bukan sekali. tapi berkali-kali dilap, tetap tak mahu mengering. 

fuck. 

"be-cause...in..." tersekat di kerongkong, aku cuma mampu menyerah dalam dakapan dia dengan pipi basah dan jiwa yang pedih. 


di tingkap unjur yang berhabuk halus.
letaknya dua pasu kecil bertanamkan pokok renek.
mereka hakikatnya menceritakan perihal yang sebalik.
bukanlah tampak semegah yang disangka. 
bukan.



bahasa tertier

bahasa aku cuma ada dua saja.
melayu dan inggeris. cukup. dua saja. bahasa inggeris adalah bahasa pendidikan pertama aku sebab abah umi hantar aku ke tadika premier montesorri yang mana medium perantaraannya adalah bahasa inggeris. lepas pandai baca buku-buku bahasa inggeris, baru lah aku diajar membaca bahasa melayu. still, walaupun kedengaran macam gah je belajar bahasa inggeris dulu, kemudian bahasa melayu, aku tetap tak capai lagi standard piawaian bahasa inggeris pada sudut akademiknya. lagi-lagi bila aku ada dalam sistem negara barat dan bukannya negara sendiri. ada saja yang kurang. ada saja yang tak sempurna. tapi aku tak kisah semua tu. aku suka bila colleen bright points out semua kesalahan tatabahasa aku. aku suka bila colleen bright tunjukkan aku lenggok bahasa inggeris setepatnya. aku suka bila colleen bright sentiasa ada untuk tolong aku yang masih terkial-kial berbahasa ibundanya. sebab tu, aku suka dengan subjek elektif yang aku amek sekarang ni - advanced academic written english. banyak ilmu yang aku dapat daripada colleen bright. ilmu yang tak pernah aku tahu sepanjang limabelastahun aku belajar bahasa inggeris di tanah sendiri.

aku pernah belajar bahasa arab. tapi, masa sekolah rendah, aku jenis kaki ponteng. asal ada lubang, aku ponteng tak masuk kelas. gamaknya, bahasa arab aku ke laut. tak pernah melekat satu hapak pun. bila masuk mrsm kuala klawang pulak, again, aku kena belajar bahasa arab. tapi, aku cuma ingat yang asas je - tahap tadika punya. aku tak pernah ada passion dengan bahasa arab. aku belajar pun sebab nak lulus periksa. teruk kan?

bagi aku, buat apa nak belajar bahasa banyak-banyak kalau bahasa sendiri pun tak pernah nak betul tatabahasa dan ejaan nya? jadik, aku berpegang pada istilah "quality is better than quantity". that's why i never have the third language. yang aku asahkan sampai sekarang cuma lah bahasa inggeris dan bahasa melayu saja.

but then, when i think deeply, sebenarnya, terasa rugi bila aku tolak peluang belajar bahasa tertier. menyesal jugak tak belajar bahasa arab betul-betul. kalau tak, mesti aku dah boleh communicate arabic with kakak. i tell you what, my sister seorang yang bijak berbahasa arab. sebab tu dia boleh pergi jauh dalam bidang guaman. pertengahan tahun ni, kakak bakal punya double degree in both civil and sharia law.
hebat.

jelas, aku cemburu tengok kawan-kawan boleh berbahasa lebih daripada dua ;
perancis, jepun, korea, maori, sepanyol, jerman, rusia, indonesia, urdhu.
ah, semua tu bikin aku rasa kerdil !
aku? cuma ada bahasa inggeris saja dalam genggaman.
bahasa inggeris SAJA.


ini bakal jadik bahasa tertier aku.
selamat belajar wahai aku !


rindu abah

222 the terrace, wellington, new zealand
sejuk hagham ok !


terapi

menulis - salah satu terapi.
cara untuk kurangkan depresi.
kalau satu hari aku berhenti menulis,
nampak sangat terapi ni dah tak menjadik.


normaliti

susah la kan -
kalau kitaran tidur tak pernah nak sembuh.
tak pernah nak senormal manusia biasa.
tak pernah nak selari dengan waktu tempatnya.
kalau dulu, buat bodoh, pujukkan diri;
"lantak lah dengan jam biologi yang tak pernah betul ni"
tapi, lama-lama, boleh jadik ianya satu depresi.

memang menyesal tak mintak zopiclone aritu.
memang.


cakerawala harapan

photo by : paranoia -- 7


"in, why d'you change your diet tiba-tiba?"
"why? you don't like it ke?"

handout 210, 201...
ok, mana A4 paper ni?

"not that i don't like it. but, you're shrinking. perasan tak?"

should be enough A4 ni.
kena emel colleen...kena-

"in, dengar tak?"
"apa dia?" aku masukkan semua dalam beg galas.

done.
nice.

"tu, tengok kat leher tu"
"kenapa?"
"cuba tengok kat cermin. bones"

depan cermin, aku perhati betul-betul imbasan figura sendiri.

"ala, nampak tulang je"
"yeah yeah yeah. tulang je. tak ingat ke kak nina tegur, you look kurus? cheng pun cakap benda yang sama"
"that's because in pakai baju lain kott. so, nampak la kurus"
"ok. now explain to me. cincin dah kena pakai kat jari hantu, instead of jari manis. both seluar jeans yang you baru pakai tahun ni, you have to wear them with belt. tak kan seluar tu cepat sangat expand?"
"abah cakap, cincin ni memang kembang kecut. and nad cakap aritu, seluar jenis yang in pakai, cepat expand"
"really?"

aku angguk.

"tapi, those people tak pegang you kan? tu, your friend from welly. explain her statement please"
"what statement?"
"yang masa dia peluk in, she said you're getting small. tak kan tak perasan lagi?"

tarik nafas dalam.
pandang dia.

"ye...in perasan semua tu. tapi, doesn't mean in sakit. i just change my diet"
"that's my question. why suddenly?"
"saja"
"there's no such thing as saja"
"look, you don't like ke i'm being like this?"

dia diam.
dipegang teddy dengan muka tak puas hati.

"pain is a bless" aku sambung bicara.

sambil duduk sebelah dia,
letak tangan atas ribanya.

"from positive side, it's good when i'm hurt. because my physical too, is affected. i know, i don't eat properly ever since the 'thing' happened. but, not to worry. i've got my meds standby. i've got you by my side. i've got everything under my control. i still can focus on my academic. abah is praying for me. so does umi. i'm just losing a piece of my life. bukan the whole jigsaw puzzle. and, i am strong. do remember that. lagipun, there is someone who'll save me. the hope to be saved, is there. i believe in that"

"so, berat in dah berapa?" tiba-tiba dia tukar topik.

"hish. rahsia"

aku gelak.

"in pergi dulu ok. nanti petang in balik. payah la takde internet kat sini"
"alright...do take care tau !"
"yee...eh, tolong siramkan pokok in nanti. thank you. bye !"

pintu bilik tingkat sepuluh aku tutupkan rapat.



toleransi, bukan tagihan

"maxolon"
"shut up"
"you took"
"i have to"
"and paramax too?"
"i needed. my essay was on the table, waiting for me to write the last word. what do you expect? it's monday to be submitted"
"once an addict, always an addict"

aku berhenti menulis.
letak pen.
pandang dia yang tengah bersila atas katil.

"first - i can't help myself. second - i need them. third - i'm not an addict"
"of course you are"
"if i were an addict, i would OD on them. but the fact is, i am not. why-"
"did i mention you clearly, once an addict, always an addict? kalau dah clean bertahun-tahun pun, still-"
"now, you're provoking me huh?"
"i'm just telling you the truth"
"the truth is, taking paramax won't consider as addiction ok. my friend told me, it's a tolerance actually. i took it once, never work. i doubled the dose, it worked. but then, it's no more good. then i took much more. again and again. so that the drug will affect on my pain. i'm keeping the dose high. that's why you see me some kind like an addict. and by the way, addict is a term for people who take the harmful one. macam heroin. i only take paracetamol. bukan vicodin pun"
"what about maxolon?"
"just to avoid muntah. still, bukannya bahaya"

aku sambung buat kerja.

"in"
"em"
"come, here (sambil dia menepuk tilam)"

"stress?"
"a bit"
"upset?"
"..."
"upset?"
"i'm ok"
"you always say so"
"it doesn't hurt me at all...physically...at least"
"but it affects your emotion?"
"i wish i'm not that fragile"

dia pegang aku kemas.
gosok aku.

"i'm out of pills"
"i'm sorry i wasn't-"
"it's alright. not your fault. in je yang tak tahan. lagipun, kalau in tak amek, esei in macam mana?"

dia senyum hambar.



dingin pagi

photo by : serrah


"morning..."

dia.
makhluk pertama yang aku tatap pagi ni.

"pukul berapa...?" aku soal.

sambil menggenyeh mata dan menarik selimut, aku dekatkan jasad ke arahnya.
hangat rasanya.

"it's six thirty. but, daylight saving's ended at three just now. so, it's only five thirty in the morning"
"em..." aku pejam mata.

kelopak ni, berat yang amat mahu melawan graviti sepuluh newton.
dengan suhu auckland yang masih lagi adem, cukup untuk buat aku malas membangkit.

"in..."
"i don't wanna wake up. come on, hug me"

dia rangkul aku.

"where were you yesterday...?" aku berbisik.
"somewhere"
"somewhere but not in here?"

dia tersenyum.

"i was waiting for you" aku jujurkan.

dia hanya berdiam.

"my headchace came last night. you do know i've stopped taking my pills kan?"

dia angguk.

"and why must you weren't here, for me?"
"i..."
"everyone's leaving me kan?"
"not everyone, in"
"that's bullshit"

aku kalih dari dia.

"in?"
"i wanna be alone"

dan dia,
hilang.
sekali lagi.


sial.