-
walau mata terkatup mati, tangan aku sudah ditangkap rayap. aku biarkan saja. lama tidak merasa hangat kulit dia. hembus nafas. sentuhan halus. apanya dari dia, langsung tidak menyakitkan sendi aku. apatah lagi meluluh dalaman aku yang sedia rapuh.
dia adalah sesuatu.
"thank you" akhirnya, aku bersuara setelah sekian, hanya bahasa tubuh menjadi medium perantaraan.
"it's nothing" dia balas.
"it's a something" aku perkemaskan susuk pautan.
"you know, i won't leave you"
"i know. that's why i say thank you"
"in ingat you won't come by here anymore. ye lah...it's been, what ? months ?"
"months"
"see...it's been a long time, tau"
dia gelak.
"so, what's the story ?" dia menanya.
"you know it, yet, you ask me ?"
"there's no harm kan ?"
"em..."
"what em?"
"em means, takde apa"
jemari dia terus-menerus memenuh celahan jemari aku.
iye, dia yang paling faham seorang aku.
tak ada yang lain.
"i'm clean" aku buat akuan tiba-tiba.
"cuba tengok. tak ada pil dah" aku sambung.
"where's the maxolon ?"
"gone. i gave it to someone"
"others ?"
"trash"
"so..."
"no more drugs"
"that's supposed to be--"
"good. kott"
"kott?"
aku tergelak.
"aritu, birthday in. ingat tak?" aku soal.
"ingat..."
"tak datang pun..."
"sayang..."
"takde wish" aku mencebik.
"in kan--"
"apa ? sebab in ada dorang ke ?"
"ha...ah..."
"mana sama"
"in..."
"in dah lupa la what ever happen in past two years. why should i carry it along when we have our present ?"
dia senyap.
"i'm sorry. i burst out"
dia senyap lagi.
"i'm sorry..."
dan kali ni, aku peluk dia seakan tak mahu lepas, pergi.
"i miss having you here. that's all. jangan pergi lama lagi pasni, please ?"
"in...sometimes you just need to let go of some people"
"i don't want to. not to you"
"in kan ada semua orang"
"siapa? tell me, siapa"
"in, look--"
"tolong la. dah promise dengan in masa dulu kan ? you say you won't go. you won't leave me. sampai bila-bila"
"but--"
"please. don't say goodbyes. ok ? at least, not to me"
dia mengeluh.
"apa ni...kenapa ? why all the sudden ? kenapa datang kat in tapi pastu nak tinggal kan in?"
"sampai bila kita nak macam ni ?"
"sampai bila apa ? in tak faham"
"us"
"yeah, us. what's wrong with us ?"
"in dah 23"
"so ?"
"in--"
"please. please ? not. a. word."
"it hurts me" aku sampaikan kata.
"so bad, it hurts inside" aku sambung.
"i'm sorry"
aku biarkan ampun dia tergantung tinggi.
dua hari, dua malam.
berdua.
cuma aku,
dan dia.
dia saja.


