hadiah yang terakhir



photo by : jam-tea

ke hadapan dia-yang-berkaitan,

terima kasih kerana menyahut misi keamanan in. ketahuilah, in gembira pada malam kita bertemu dan berborak. walau kebenaran yang kamu bentangkan sungguh mengecewakan in, in tetap terhibur dengan setiap cerita yang kamu kongsikan pada malam itu. biarlah in mengaku di sini, di hadapan mata-mata yang sedang membaca kalimah in, betapa in sebenarnya rindukan tentang kita. manusia tidak perlu tahu anatomi perhubungan yang kita ikatkan bersama dan in takkan lagi menjustifikasikan siapa in di sisi kamu dan siapa kamu di sisi in. 
tentang kita - biar kita sendiri yang rasa, biar kita sendiri yang simpan, biar kita sendiri yang pegang. persetankanlah dunia yang sedang mencemuh in bila in mahu berdiri tegak bersama kamu. in takkan beralih walau mereka menyabitkan in sebagai pendosa. in tahu siapa kamu di mata in, maka, usah kamu gusarkan kalau-kalau in terpaksa menentang sekalian manusia demi kamu yang satu.
ingat, in akan sentiasa ada untuk kamu.

soal sakit perit in, tak perlu kamu tanggungkan rasa salah. tak ada siapa patut ditelunjukkan dalam perihal ni. silap in mengikut jiwa sampai memakan diri. satu yang in mohonkan - tolong doakan in segera menyembuh. terkadang, in betul-betul berputus asa untuk bernafas esok hari. sakitnya kalau dicengkamkan, Allah...
tapi, in tak boleh berhenti melangkah. 
kan?

"nasib baik kita dah settle before aku mati"
"eh, jangan lah mati dulu"

you should know how happy i am to have you back.
and i hope you would feel the same too.
cheers.



4 ulasan:

Tanpa Nama berkata...

lek ar..jgn desperate sngt

Tanpa Nama berkata...

I wonder.

bawangmerah berkata...

kaizen-arts,
wonder about what?

Tanpa Nama berkata...

Who that person is.